Kamis, 25 Agustus 2011

Tersenyumlah Gadis Manis yang Resah

Kau tak tahu ketika aku terus memperhatikanmu
Kegilasahan, resah serta hati yang patah
tampak jelas terpancar dalam matamu yang indah

Tersenyumlah gadis
lepaslah senyummu
karena mentari butuh senyumanmu
Berhentilah menangis gadis
karena dunia sudah terlalu basah
untuk setiap tetes air matamu
Tataplah mataku gadis
ceritakan kegelisahanmu
lalu letakkan kepalamu yang penat
di haribaanku yang hangat
Mengertilah gadis
dengarlah dadaku
bacalah degup jantungku
kau telah merampas jiwaku
Giliranku yakinkan hatimu

Senin, 22 Agustus 2011

PROPOSAL CINTAKU (untuk Master Genji di Surabaya yang mau ngelamar gadis)










Kali ini aku menulis tentang cinta
Di antara kabut tipis, bukit cinta,
belaian angin yang dingin serta pesawat tua

Berpayung senja merah merekah
Terus menyaksikan kekalahan sang surya
akan keanggunan rembulan

Aku disini
menunggumu
Bukan Tania
Bukan pula Mama Alicia

Tersenyumlah seorang gadis patah hati
dari puncak bukit cinta
Air matamu turun pelan-pelan
basahi lembah hatiku

Senin, 15 Agustus 2011

Mencoba Raih yang Tak Teraih

Kemarin aku jatuh cinta
pada setangkai bunga yang indah
Walau ku tahu
esok ia kan layu
runtuh, berserakan

Bila pagi tiba
aku jatuh cinta
pada setitik embun yang sejuk
Meski aku paham
bila fajar datang
ia kan hilang

Bila malam tiba
aku jatuh cinta
pada rembulan yang jauh disana
Walau aku tak bersayap
Untuk hadir mengetuk pintu hatinya

Entahlah
Ku coba pungut
harapan-harapan yang tersisa
Ku coba raih yang tak teraih
Meski aku belum siap untuk meraih

Sabtu, 13 Agustus 2011

Dear My Love

Di sini terasa sangat dingin, begitu dingin sampai menusuk dalam tulangku. Cuma ada satu tempat yang memberiku kehangatan. MENGINGATMU!!

Malam ini saat semua telah terlelap dalam hangat, di tepi sungai Serayu aku sendiri masih terjaga dari pelukan mimpi, karena tidak dapat tempat untuk tidur. Kulihat aliran sungai Serayu masih menari-nari serta riaknya nyanyikan lagu malam. Terus mendengar melodi-melodi katak yang seakan membuat belaian angin semakin mendingin.

Malam ini aku tak bisa menemuimu. Karena bulan tak nampak, begitu pula dengan bintang-bintang. Hanya kunang-kunang yang bertebaran terbang di atas area persawahan.

Aku hanya bisa berharap, belaian angin dingin ini titipkan rinduku dalam hangatnya tidurmu tanpa tahu batas antara duniaku dan duniamu. Tania aku ingin tidur dalam hangatnya pelukmu. Dengan segenap hatiku, aku mencintaimu.. 19/12/2010