Sabtu, 30 Juli 2011

Bintang Bertuan










Semoga dia datang
membawa senyuman
cerita buat malam

meski tiada mungkin
bintang sudah bertuan

Salahkah ikan
yg mencintai burung

salahkah kunang-kunang
yg selalu merindukan
serta menantikan
kehadiran bintang-bintang

Salahkah?

Oh Tuhan
di jari manisnya
telah melingkar emas

Rabu, 27 Juli 2011

Damai Dalam Hilang

Lupakan
Nikmati belaian dingin belati malam
Seperti kunang-kunang
yang silau akan terang

Tiada beban
tak ada lagi halangan
Hanya melayang
damai dalam hilang
Sebelum kembali ke peraduan
Senyum tersungging bias kepedihan
Lirih terucap sepatah kata
selaksa do'a
I Love My Vodka

Jumat, 08 Juli 2011

Dokter Cinta (Mengurai Cinta Lewat Udara)

Di tengah malam pada setiap harinya
kesejukan, kedamaian, keindahan, serta angan-angan 
berebutan
di kedalaman jiwaku

Di tengah malam itu pula
tutur kata nan lembut, merdu, lirih
mengurai makna cinta
menyalakan kembali api cinta
yang sudah sekian lama
terbaring dan mendingin dalam hatiku

Suaramu terurai lewat udara
menjadi oksigen
bagi paru-paru mayaku

Aku berharap
saat kau menghilang dari udara
itu bukan terakhir kalinya
aku mendengar wejanganmu

dokter Cinta
aku bahagia!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Selamat Jalan Cahaya Langitku

Aku menulis karena kau inspirasiku
Aku berdoa karena aku mengasihimu
Aku berharap karena aku merindukanmu
Dan aku melepasmu karena aku mencintaimu

Cahaya langitku
berbahagialah kau
dengan kekasihmu
rengkuh sayap yang telah dikembang oleh cinta
doaku untuk bahagiamu
untuk selamanya

Selamat jalan cahaya langitku
Selamat tinggal juara hatiku

Yang Terpendam-Yang Berbahagia

Jika pena tak bisa ungkapkan perasaan
maka hati dan jiwa adalah lautan
tempat kembali
semua rasa yg tak terungkapkan

Jika cinta tak bisa memberi bahasa
maka rindu yg kan berbicara
menjelma menjadi asa
menyiksa
bertanya-tanya
adakah cinta di dalam hatinya

Jika bahagia tak bisa terbagi
maka wujudkanlah ia begitu meluluhkan hati
dan biarkan aku tetap di sini
memandangnya dari dunia tanpa rasa
tempatku tergelak tanpa tawa
dan menangis tanpa air mata

Melodi Merdu Malam Syahdu

Ketika sayap malam telah menutup mata siang
ku lihat awan mengambang dari wajah bulan
ku saksikan sungai menari lewati bebatuan
serta nyanyikan lagu sesembahan malam
terus mendengar burung
lagukan melodi merdu malam syahdu

seperti diriku
hanya memuja bayangmu
mencintai pesonamu
menikmati keindahanmu
aku di sini
tanpa ada maksud untuk aku memelukmu
tanpa ada daya untuk aku milikimu
berharap syahdunya malam bisikkan rinduku
dalam samudra tidurmu
Dengan segenap hatiku
I LOVE YOU

Al-Kisah "Kunang-Kunang dan Bintang-Bintang"

Ketika sayap malam telah merengkuh sebagian dari bumi.. Ketika semua luruh dalam kedamaian.. Seeokor kunang-kunang dengan cahayanya yg nyaris temaram,, kagum melihat terangnya cahaya bintang.. Begitu kagumnya kunang-kunang kepada bintang-bintang,, hingga terucap sebuah pertanyaan dari kunang-kunang yang hanya bisa terlahir dari jiwa yang hampir mati: "Duhai bintang-bintang,, apakah kehadiranku ini merusak keanggunanmu??? Apakah pijar cahayaku ini merusak keindahan malam dengan keanggunan pijar cahayamu???" ucap kunang-kunang dengan suara lirih dan malu karena merasa rendah diri.. Kunang-kunang menghela nafas dg mata terpejam,, sedih menggelayuti seluruh isi hati.. Tanpa disangka,, terdengar suara begitu keras hingga membangunkan kunang-kunang dari ratapan penyesalannya: "Demi Tuhan,, wahai saudaraku kunang-kunang.. Janganlah engkau berfikir seperti itu,, buanglah jauh-jauh pemikiran itu!!!"
"Siapa kau???" kunang-kunang ketakuan.. "Aku adalah bintang-bintang yg kau kagumi".. Ternyata suara itu adalah suara bintang-bintang.. "Duhai saudaraku kunang-kunang,, demi Tuhan,, kehadiranmu sama sekali tidak mengganggu aku,, atau bahkan merusak keanggunanku.. Justru kehadiranmu membuat malam semakin syahdu,, syahdunya malam terhias oleh cakrawala karena kehadiranmu" ucap bintang-bintang penuh kerendahan hati.
Betapa bahagianya kunang-kunang mendengar ucapan bintang-bintang.. Kini kunang-kunang merasa percaya diri,, seperti terlahir kembali,, semangat hidupnya semakin membara,, dan menikmati hidupnya... The End

Saling menghormatilah selalu,, seperti bintang-bintang menghormati kunang-kunang.. Meski bintang-bintang jauh lebih sempurna ketimbang kunang-kunang,, tapi ia tak pernah memandang rendah sang kunang-kunang.. SALING MEGHORMATILAH SELALU!!!!!!!!!!

Senandung Bias Malam












Bayangan seramnya terkungkung dalam kelam
Menenggelamkan dlm kenyataan yg kejam
Semakin menghindar
Semakin menutup celah terang
Takut di dalam
jg tak berani keluar
Dunia sudah terlanjur hilang
PECUNDANG!!!!!!!!!!!!!!!!!

Kebuntuan semakin memperkelam malam
Ada pula
bisik mimpi yg pernah menerawang jauh ke angan
menyinggung muram
menyayat hati yg suram
memudar bersama awan hitam
seiring dijatuhkan keputusan